Hari ini, sambil terkantuk aku belajar sesuatu dari Televisi. Aku sadar, media audio visual itu tidak selamanya merusak moral. Semua tergantung penggunanya. Buktinya hari ini, aku sampai rela menahan kantuk karena ingin tahu sebuah ilmu baru tentang bisnis. Menjadi pebisnis hebat dan kaya adalah salah satu dari berderet impianku. Kenapa harus kaya? Aku pernah mendapat nasehat dari Bapakku lengkap dengan dalil naqlinya, bahwa orang yang masuk syurga pertama kali adalah orang yang kaya tapi dermawan. Sejak saat itu, aku menuliskan cita-cita baruku. MENJADI MUSLIM/AH BAHAGIA, KAYA, dan DERMAWAN. Seperti kehidupan yang dilalui seorang Presenter dan Komedian Almarhum Olga Syahputra. Di ujung kehidupannya, Dia diantarkan ke gerbang barzakh serta dido'akan oleh jutaan ummat. Kenapa akhir hayatnya bisa sehebat itu, padahal dia bukan seorang Kiai atau Ulama'. Dari info yang kutahu, di puncak karirnya yang digadang-gadang memiliki penghasilan sekitar 4 milyar per bulan, Dia tidak pernah lupa untuk bersedekah. Dia begitu dekat dengan fakir, miskin serta anak yatim. Semoga akhir hayat yang indah itu juga tertakdir untuk diriku, kalian dan orang-orang yang ku dan kalian cintai. Amin.
Kembali ke pembahasan ilmu bisnis. Ada ilmu baru yang kuserap dari seorang narasumber yang diundang oleh sebuah stasiun televisi terkemuka. Namanya saya tidak tahu, karena saya mendengarkan retorikanya sambil menahan kantuk. Ilmu bisnis itu terinspirasi dari kalimat-kalimat adzan. Begitu dalam dia menafsiri kalimat-kalimat adzan ke dalam dunia bisnis. Berikut filosofi yang dia beberkan. Menurutnya, kalimat-kalimat adzan itu tidak hanya sekedar panggilan untuk mendirikan sholat belaka. Jika ditela'ah lebih dalam, banyak sekali teka-teki Ilahi yang mampu menjadikan kita pribadi yang sukses.

.jpg)





