Tampilkan postingan dengan label Info Buku Bagus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Buku Bagus. Tampilkan semua postingan
Jumat, 13 Maret 2015
Minggu, 25 Januari 2015
CATATAN KEMATIAN (Dalam Novel Sang Titisan)
“Ayo, cepat ikut Ayah! Dasar anak bandel! Bukankah Ayah sudah
berkali-kali bilang sama Kamu, jangan sekali-kali Kamu mencoba keluyuran tanpa
Otoy dan Sam apalagi sampai berusaha kabur bersama anak panti asuhan itu. Dasar
anak tak tahu diuntung!” Seorang jangkung menarik paksa gadis berumur sekitar 8
tahunan.
“Ampun Ayah! Ampun!” Teriak gadis kecil itu meronta-ronta.
“Kamu akan Ayah kurung di gudang sampai Kamu jera!”
“Tidak Ayah, Najah takut, Najah tak mau Ayah, Najah mohon lepaskan Najah,
sakit Ayah!” Air mata gadis bernama Najah itu semakin deras mengalir.
“Brakk, Ckriek!” Suara pintu ditutup dan dikunci paksa
“Brakk, brakk, brakk!” Najah berusaha mendobrak pintu.
“Ayah, Najah mohon keluarkan Najah dari sini, Najah takut. Ayah, di sini
gelap, Najah takut.” Air matanya terus mengalir, sorot matanya memperhatikan
sekeliling.
“Cuma tiga hari kok, sayang! Tanpa makan,… tanpa minum tapi,… Kamu
nantinya akan terbiasa dan… menikmatinya. Ha…ha…ha…!” Suara pria jangkung itu
semakin menghilang seiring dengan langkahnya yang terdengar samar menuruni
tangga.
*****
MITOS RUMAH TUSUK SATE (Dalam Novel Dwilogi "Perjanjian dari Barzakh")
Malam yang
berawan gelap, mencekam, tanpa sinar bulan ataupun bintang, police line
melintang di halaman sebuah rumah tusuk sate[1] seluas satu hektar, yang
terletak di kawasan perumahan Darmo Surya, Surabaya. Suara sirine mobil polisi dan
ambulans meraung-raung bersahutan. Beberapa warga perumahan tampak berkerumun
ingin menyaksikan peristiwa yang tak biasa terjadi di komplek mereka. Kantuk
yang mendera tak jadi persoalan bagi mereka. Para wartawan dari berbagai media
cetak dan elektronik berebut memotret kejadian di TKP[2]. Ada beberapa yang ingin
menerobos masuk rumah megah tiga tingkat itu dan beberapa lagi sedang mewawancarai
petugas penyidik dari kepolisian. Belum banyak mendapat informasi lantaran
pihak kepolisian masih bungkam dengan kasus ini, para wartawan mengorek
keterangan tambahan dari warga yang berkerumun.
Kamis, 22 Januari 2015
SURAT SAHABAT 2
Dari : Kak Mandaru, pengarang novel epos Babad Syekh
Siti Jenar
Rabu, 29 Desember 2010
Waalaikum salam. Senang; salam ukuwah ini,
mudah-mudahan apa yang sudah saya suguhkan melalui bacaan novel epos, bisa
bermanfaat bagi semua pembaca. Tujuannya tidak lain, untuk memeriahkan
bacaan-bacaan religi yang menurutku bermanfaat bagi yang memerlukan. Tegas
kukatakan, itu novel imajinasi yang semua alurnya murni fiksi; tidak ada dalam
ranah sejarah, cuma settingnya saya seret dalam dunia msa lalu, agar kisahnya
lebih mengena sesuai dengan tokoh dan misi yang kuangkat.
Mengenai biografi al-hallaj, jujur kukatakan saya kurang
mengetahui, jutru saya dapat pengetahuan nih, mengenai al-hallaj orang nasrani.
Namun demikian, menarik untuk kusampaikan, bahwa semua agama didasarkan pada
satu kepercayaan tentang adanya tuhan. Tetapi kepercayaan tentang tuhan dari
masing-masing agama mempunyai akidah yang berbeda walau nilai doktrinernya
tentang tuhan itu sama. Artinya dari masing-masing agama mempunyai cara pandang
yang berbeda mengenai akidah tuhan, tetapi mempunyai persamaan pengakuan; bahwa
ada zat tertinggi yakni tuhan yang mengatur alam raya ini semisal orang-orang
yunani kuno. Mereka menganut paham politeisme (keyakinan banyak tuhan), seperti
misalnya; bintang adalah tuhan atau dalam kata lain adalah dewa, venus adalah
tuhan dewa kecantikan, mars adalah tuhan dewa peperangan, dan minerva adalah
tuhan kekayaan. Masih ada tuhan yang lain, yang menurut kepercayaanya sebagai
tuhan yang paling besar, yakni tuhan apollo atau dewa matahari.
Rabu, 21 Januari 2015
Senin, 19 Januari 2015
DIAKAH JODOHKU?
Sejujurnya
aku tidak begitu suka dengan kisah beraliran romance karena terdengar cengeng
dan ‘lebay’. Aku lebih suka kisah yang kerap memicu adrenalin. Tapi, buku
‘Diakah Jodohku’ ini tiba-tiba hadir dalam kehidupanku yang horor dan mengubah
persepsiku tentang cinta sebenarnya. Cinta sebenarnya bukan dengan mengirim sms
‘lagi ngapain?’ (lagi ngupil) … ‘sudah maem?’ … (Emang loe dokter?
Ngatur-ngatur jadwal makan gua) ‘sudah mandi?’ (Kayak Emak gua saja maksa-maksa
gua mandi). Baiklah…! Kita kembali ke buku ‘Diakah Jodohku’ karya Kang Rizal
ini. Awalnya aku terpaksa membaca… hehehe … J peace Kang
Rizal. Keterpaksaan itu membuatku mencari hal unik yang mungkin tidak pernah
dilakukan orang lain ketika sedang membaca buku. AKU MEMBACANYA DARI HALAMAN
BELAKANG. Setelah membacanya beberapa judul, aku tidak sabar segera mengirim
sms dan memuji penulisnya. Dan setelah menyelesaikan judul-judul yang lain, Aku
tidak tahan untuk memberitahukannya pada dunia. Aku akan beberkan beberapa
faktanya pada kalian :
1. Meski belum
sekelas film-film karya Yash Raj dan Aditya Copra, tapi Aku tiba-tiba menangis
setelah membaca salah satu kisah, Aku bahkan tidak bisa menangis saat membaca
AAC karya Kang Abik.
2. Bahasa yang
ditulis ringan dan tidak memaksaku berfikir dua kali untuk memahaminya.
3. Tokoh-tokoh
cerita seperti hidup dan aku seperti mengenalnya.
4. Aku mengulas
nilai plusnya juga minusnya. Minusnya, masih banyak kalimat yang terlewat dari
perhatian editor hingga ada tumpang tindih di bagian sudut pandang pengarang.
Beberapa menggunakan kata Aku sebagai sudut pandang orang pertama sedangkan
dari awal kisah sudut pandangnya adalah orang kedua (baca : dia)
Setelah
membaca tulisan kecilku ini, kuharap kalian jangan percaya padaku, tapi
percayalah pada Allah dan milikilah buku ini kemudian lengkapi koleksi buku
romance kalian. :)
LIRIKLAH MEREKA WALAU SEJENAK
Sang Pena Sakti berkomentar. Jangan
jadi pelaku, jangan jadi korban dan di atas segalanya jangan jadi penonton.
Sebaiknya jangan baca buku ini. Berbahaya. Buku ini akan meracuni pikiran anda
hingga menjadikan anda mengalami gejala insomnia. Hati kecil anda akan
mengatakan “Liriklah mereka walau sejenak!” Kisah-kisah tokoh dalam buku ini
akan membuat anda ingin melirik, bahkan ketagihan melirik, kemudian ketagihan
membaca, ketagihan bercerita dan ketagihan menulis. Buku ini diracik dengan
bumbu dramatis, romantis, dengan sentuhan problema simulasi cinta. Buku ini juga menyajikan dunia mistis, sains,
nilai religus, idiologi, petualangan menegangkan yang diolah dengan dunia
kepolosan anak-anak dan teka-teki jihad. Tapi, jika anda bersikeras membacanya,
disarankan jangan membaca sendirian karena anda tiba-tiba akan menangis,
tersenyum, bahagia, bertepuk tangan, tersipu-sipu, ketakutan atau bahkan kecewa
dan mengumpat “pembohong”.
Triyo El-Grobogy :
Setelah membaca
cerpen x mbk dan diri ini tdk ikut dg saran yg ada dibuku, setelah tak baca
tiba" diri ini tersenyum" dg sndirix .... Dua jempol deh buat mbk x q
terbawa oleh crita yg mbk buat ..
Rizal Mubit :
Apapun! Tulisanmu keren...! Angkat Kopyah...!
Mbah Kasan :
Baru baca judul pertama, saya sudah menangis...
Siswi MTs. NU Trate :
Satu kata...! Sangar...!
Bisa didapatkan di :
1. Crew Al-Fikrah, Pondok Pesantren Putri Mamba'us Sholihin Suci Manyar Gresik
2. Farabi Publisher Pondok Pesantren Putri Mamba'us Sholihin 2 Sumber Sanan Kulon Blitar
3. Pesantren Seni Sastra Jaysyul Kafi Gresik, Telp (087) 855944189
Langganan:
Postingan (Atom)













